Kamis, 10 Januari 2013

Pantai Terindah Raja Ampat Papua

Kabupaten Raja Ampat memiliki potensi wisata bahari yang potensial seperti Pulau Kofiau, Misool, Waigeo Selatan dan Barat serta kepulauan Ayau. Keindahan yang dapat dinikmati adalah pantainya yang berpasir putih dan air laut yang jernih sehingga dapat melihat langsung kehidupan bawah laut tanpa harus snorkling maupun diving.


 
Secara historis, Raja ampat berarti empat raja. Pulau yang indah ini memiliki luas lebih dari 9,6 juta are. Karena terletak di segitiga Koral dunia, spesies terumbu karang di daerah ini sangat kaya. Bahkan banyak pihak mengatakan bahwa Raja Ampat memiliki keanekaragaman spesies terbanyak dari seluruh perairan di dunia. Ini adalah satu daya tarik wisatabahari Raja Ampat. Ada berbagai hal yang bisa dilakukan oleh wisatawan di tempat ini, misalnya melakukan snorkeling, diving, berlayar, dan memancing ikan. Pokoknya semua hal tentang laut dan biotanya bisa anda lakukan disini.
Hal pertama yang sangat disarankan saat anda berwisata ke Raja Ampat adalah melakukan diving. Raja Ampat terkenal dengan spesies terumbu karangnya yang beraneka ragam. Jadi sangat disayangkan jika anda berkunjung ke tempat ini tanpa melihatnya secara langsung. Ada sekitar 537 spesies koral dan 699 spesies hewan lunak lainnya di bawah perairan Raja Ampat. Jika anda beruntung, anda juga bisa melihat ikan pari manta dan penyu di sekitar tempat ini. Anda tidak harus menyelam ke dalam untuk bisa menikmati keindahan bawah laut Raja Ampat, dari pesisir pun anda bisa menikmatinya. Cukup pakai snorkel dan anda bisa mulai berenang di pesisir pantai.
 
 Tim ahli dari Conservation International, The Nature Conservancy, dan Lembaga Oseanografi Nasional (LON) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) pernah melakukan penilaian cepat pada 2001 dan 2002. Hasilnya, mereka mencatat di perairan ini terdapat lebih dari 540 jenis karang keras (75% dari total jenis di dunia), lebih dari 1.000 jenis ikan karang, 700 jenis moluska, dan catatan tertinggi bagi gonodactyloid stomatopod crustaceans. Ini menjadikan 75% spesies karang dunia berada di Raja Ampat. Tak satupun tempat dengan luas area yang sama memiliki jumlah spesies karang sebanyak ini.

Ada beberapa kawasan terumbu karang yang masih sangat baik kondisinya dengan persentase penutupan karang hidup hingga 90%, yaitu di selat Dampier (selat antara P. Waigeo dan P. Batanta), Kepulauan Kofiau, Kepualauan Misool Timur Selatan dan Kepulauan Wayag. Tipe dari terumbu karang di Raja Ampat umumnya adalah terumbu karang tepi dengan kontur landai hingga curam. Tetapi ditemukan juga tipe atol dan tipe gosong atau taka. Di beberapa tempat seperti di kampung Saondarek, ketika pasang surut terendah, bisa disaksikan hamparan terumbu karang tanpa menyelam dan dengan adaptasinya sendiri, karang tersebut tetap bisa hidup walaupun berada di udara terbuka dan terkena sinar matahari langsung.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar